Maka bukan dalam diamnya ia mendamba,
bukan dalam kesendiriannya ia curahkan rasa.
Melainkan dalam diamnya ia meredam letupan
rasa, dalam do’anya ia meminta agar Allah
senantiasa menuntun hatinya, agar kehadiran
sosok itu tiada lagi mengusiknya. . .
Karena kemuliaan sebuah rasa, bukan terletak
pada seindah apa kata terangkai untuk
menggambarkannya.
Melainkan pada caranya membingkai rasa,
Agar tetap pada koridor yang diridhoi RabbNya.
[DakwahMuslimah]

Bagikan Berita