Dari Umar ibn Khattab radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya segala pekerjaan itu (diterima atau tidaknya disisi Allah) hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya, maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang akan dia menikah dengannya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan. Hr. Muttafaq ‘alaih.

.
Niat adalah dasar segala perbuatan, oleh karena itu setiap perbuatan manusia diterima tidaknya disisi Allah sebatas niatnya, maka barangsiapa mengerjakan suatu pekerjaan niatnya murni karena Allah dan mengharapkan ganjaran akhirat, sedang perbuatannya itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, maka amalnya akan diterima oleh Allah, dan barang siapa niatnya untuk selain Allah atau tidak ikhlas karena Allah seperti dia menyekutukan-Nya dengan makhluk, maka pekerjaannya itu akan ditolak dan akan menjadi bencana baginya.
.
Syarat dari diterimanya amal adalah ikhlas yaitu bermaksud dengan amalnya itu Allah Ta’alaa.
.
Pentingnya ikhlas, karena amal itu tanpa ikhlas akan menjadi bencana bagi yang mengerjakan pekerjaan tersebut, walaupun pekerjaan tersebut termasuk dari perbuatan ibadah yang mulia (sepertu memberikan sedekah, membaca al-Qur’an, mengajarkan ilmu bagi orang lain, bahlan mati syahid dalam medan perang melawan orang-orang kafir).
.
Bentuk suatu pekerjaan tidak cukup untuk diterimanya amal itu di sisi Allah akan tetapi harus dibarengi dengan niat ikhlas. .

Wajib memperbaiki niat dalam segala perbuatan dan berusaha keras untuk selalu ikhlas dalam beramal.
.
Bagikan Berita